dewipadma

Just another WordPress.com site

KELAINAN PERSENTASI DAN POSISI 6 September 2011

Filed under: MAKALAH — Theywiq padma @ 10:49 PM
Tags:

                  

KELAINAN PERSENTASI PADA JANIN


PRESENTASI DAHI

              Pengertian Letak dahi adalah letak kepala dengan defleksi yang sedang hingga dahi menjadi bagian yang terendah. Biasanya letak dahi bersifat sementara, dan dengan majunya persalinan menjadi letak muka atau letak blakang kepala. Letak dahi yang menetap agak jarang terjadi.   Sebab – sebab letak dahi kira-kira sama dengan sebab-sebab letak muka yaitu : Penyebab primer (sebab janin) :

1.                  Anencepal (tidak punya batok kepala).

2.                  Tumor pada leher bagian ante.

3.                  Spasme pada otot leher bagian belakang.

4.                  Tali pusat melingkar.     Penyebab sekunder (sebab ibu) :

1.                  Posisi oksipito posterior pada presentasiverteks.

2.                  Kontraktur pelvis (panggul tidak normal).

3.                  Pendalus abdomen (perut gantung).

4.                  Deformitas abnormal (kelainan tulang belakang).

5.                  Placenta praevia posterior.

6.                  Poli hidramnion yang menyebabkan janin aktif.

7.                  Kelainan uterus konginetal.  

Diagnosa : Dalam kehamilan letak dahi jarang dapat diketahui karena dengan palpasi saja paling-palinh dapat kita curiga letak defleksi ialah kalau :

  1. Pemeriksaan liuar seperti pada presentasi muka , tapi bagian belakang kepala tidak seberapa menonjol
  2. DJJ terdengar dibagian dada, disebelah yang sama dengan bagian-bagian kecil janin.
  3. Pada persalinan : kepala janin tidak turun ke dalam rongga panggul bila pada persalinan sebelumnya normal.
  4. Periksa dalam : meraba sutura frontalis, ujung satu teraba UUB dan ujung lain teraba pangkal hidung dan lingkaran orbita., mulut dan dagu tidak teraba.

Penatalaksanaan

  1. Pada prinsipnya penatalaksanaan letak dahi sama dengan penatalaksanaan letak muka yaitu dapat mencoba prasat Schats yaitu:

v  Kepala anak dimobilisasi dan diletakkan pada fossa iliaca pada pihak punggung anak.

v  Penolong berdiri pada pihak perutanak, satu tangan menarik bokong sedangkan tangan satunya dikepalkan dan menolak dada anak

v  Sesudah lordose berkurang maka tangan yang tadinya menolak dada memegang daerah belakang kepala dan mendekatkannya dengan bokong

2.      Bila persalinan spontan berlangsung tanpa tanda gawat janin dan tanpa adanya kontraksi uterus yang sangat kuat, maka tidak diperlukan tindakan intervensi.

3.      Bila ada persalinan dengan letak dahi sebaiknya dilakukan SC,mengingat bahaya-bahaya untuk ibu dan anak.   Mekanisme persalian Pada letak dahi ukuran terbesar kepala ialah diameter mentooccipitalis (131/2 cm) melalui jalan lahir yang lebih besar dari semua ukuran pintu atas panggul. Maka pada anak  yang cukup besar kepala tidak dapat masuk ke dalm pintu atas panggul. Letak dahi merupakan presentasi yang paling buruk diantara letak kepala. Pada anak yang agak kecil kepala dapat msuk dengan moulage yang kuat, kemudian trjadi putaran paksi, sehingga dahi memutar ke depan kea rah symphyse. Dahi paling dulu Nampak pada vulv dan tualng rahang atas menjadi hypomochlion. Dengan fleksi lahirlah ubun-ubun besar dan belakang kepala dan setelah belakang kepala lahir, dengan gerakan defleksi berturut-turut lahir mulut, dan dagu. Vulva diregang oleh diameter maxilla occipitalis. Caput succedaneum terjadi pada dahi.

POSITIO OCCIPITO POSTERIOR PERSISTENS

Pengertian Kebanyakan persalinan dengan position occipito posterior mengalami putaran paksi sehingga anak lahir dengan occiput di bawah symphyse. Karena sudut pemutaran besar,maka kala II biasanya sedikit lebih panjang. Putaran paksi ini baru terjadi di hodge III malahan kadang-kadang baru terjadi di hodge IV. Kalau pada position occipito posterior putaran paksi tidak terjadi maka kita sebut position occipito posterior persistens.   Penyebab: Sebab-sebab tidak terjadinya putaran paksi ialah panggul anthropoid, panggul android, kesempitan paggul tengah,ketuban pech sebelum waktunya, fleksi kepala kurang, inertia uteri. Ada kalanya occiput berputar ke belakang dan anak lahir dengan mata dibawah symphyse. Ini terutama terjadi kalau fleksi kurang, jadi hanya sebagian kecil (4%) dari position occipito posterior memerlukan pertolongan operatip.   Penatalaksanaan

  • Lakukan pengawasan dengan seksama dengan harapan dapat lahir sontan pervaginam
  • Tindakan baru dilakukan jika kalla II terlalu lama/ada tanda-tanda bahaya terhadap janin
  • Pada persalinan dapat terjadi robekan perenium yang teratur atau extensi dari episiotomi
  • Periksa ketuban. Bila intake, pecahkan ketuban
  • Bila pesisi kepala > 3/5 diatas PAP atau diatas 2 maka SC
  • Bila pembukaan serviks belum lengkap dan tidak ada tanda obstruksi, beri oksitosin drip
  • Bila pembukaan lengkap dan tidak ada kemajuan pada fase pengeluaran, ulangi apakah ada obstruksi. Bila tidak ada tanda obstruksi oksitosin drip
  • Bila pembukaan lengkap dan kepala masuk sampai tidak kurang 1/5 atau (0) maka E.V atau forseps
  • Bila ada tanda obstruksi/gawat janin maka SC

  kalau ada indikasi dapat dipilih antara ekstraksi vakum atau forceps. Ekstraksi dengan forceps :

  1. Anak dilahirkan dengan occiput tetap di belakang. Ini terutama dilakukan kalau ada factor-faktor yang menyukarkan rotasi ke depan seperti panggul anthropoid atau android
  2. Anaak dilahirkan dengan occciput sebelah depan ialah dengan rotasi manual atau dengan forceps. Ini dilakukan kalau tidak ada factor-faktor yang menghalangi rotasi.

Penilaian ada atau tidak adanya factor yang menghalangi rotasi sangat sukar maka dalam praktek baiknya forceps dipasang biparietal dan dilakukan tarikan. Kalau ternyata bahwa sewakty tarikan kepala ada tendens untuk memutr ke depan kita bantu rotasi dengan forceps misalnya dengan teknik scanzoni. Sebaliknya kalau kepala tidak ada tendens untuk memutar ke depan, kita lahirkan kepala dengan occiput di belakang. Kalau dilahirkan kepala dengan occiput di belakang harus di buat episiotomy yang cukup lebr karena kemungkinan rupture perenei totalis besar.     Mekanisme lahirnya kepala dengan ubun-ubun kecil di belakang

PRESENTASI MUKA

Pengertian Letak Muka adalah letak kepala dengan defleksi maksimal,hingga occiput mengenai punggung dan muka terarah ke bawah.     Penyebab Sebab-sebab yang terpenting adalah panggul sempit dan anak yang besar.Secara lengkap penyebabnya dapat dibagi 2 yaitu:

  1. Letak Muka Primer yang disebabkan oleh kelainan anak dan tidak dapat diperbaiki seperti:
  • Struma congenitalis
  • Kelainan tulang leher
  • Lilitan tali pusat yang banyak
  • Meningocele
  • Anencephal
  1. Letak Muka Sekunder dapat diperbaiki,anak normal :
  • Panggul picak
  • Anak besar
  • Dinding perut kendor,hingga rahim jatuh kedepan
  • Bagian-bagian yang menumbung
  • Hydramion

Mungkin juga letak defleksi dapat terjadi karena tonus otot-otot exstensor anak lebih kuat dari tonus otot-otot fleksor Diagnosa

  • Dalam kehamilan
  1. Palpasi

Tonjolan kepala teraba sepihak dengan punggung dan antara belakang kepala dan punggung teraba sudut yang runcing (sudut Fabre) tonjolan kepala ini juga bertentangan dengan pihak bagian-bagian kecil 2.      Auskultasi Bunyi jantung anak terdengar pada pihak bagian-bagian kecil

  1. Vaginal Toucher

Dengan meraba adanya mulut – hidung – tulang rahang atas dan terutama tonjolan tulang orbita. Kadang perlu dibedakan dengan presentasi bokong dimana dapat teraba adanya anus dan tuber-ischiadica yang sering keliru dengan mulut dan terutama tulang orbita.

  1. Pemeriksaan Radiologi

Pemeriksaan radiologi menunjukkan kepala bayi dalam posisi hiperekstensi dan tulang-tulang muka yang berada pada atau sedikit dibawah pintu atas panggul merupakan gambaran yang cukup khas.

  • Dalam persalinan

Dalam pemeriksaan dalam pada pada pembukaan yang cukup besar teraba : orbita,hidung,tulang pipi,mulut dan dagu. Karena muka agak lunak harus dibedakan dari bokong. Letak muka dagu kiri depan . Dagu menjadi petunjuk                 Dagu ki depan            dagu ka depan       dagu ka belakang       Penatalaksanaan 1.      Periksa untuk memastikan tidak ada kelainan pada panggul

  1. Observasi Detik Jantung Janin dilakukan dengan monitor eksternal.

3.      Dapat dicoba prasat Schatz untuk memperbaiki letak defleksi,yaitu:

  1. Kepala anak dimobilisasi dan diletakkan pada fossa iliaca pada pihak punggung anak.
  2. Penolong berdiri pada pihak perutanak, satu tangan menarik bokong sedangkan tangan satunya dikepalkan dan menolak dada anak
  3. Sesudah lordose berkurang maka tangan yang tadinya menolak dada memegang daerah belakang kepala dan mendekatkannya dengan bokong
  4. Dalam persalinan asal tidak ada kelainan panggul ,terapi bersifat konservatip mengingat bahwa letak muka dapat lahir spontan
  5. Jika dagu terdapat sebelah belakang masih ada kemungkinan bahwa dagu memutar kedepan dan persalinan berlangsung spontan.
  6. Jika ada indikasi untuk menyelesaikan persalinan maka forcep hanya dipergunakan jika:

a)      Kepala sudah sampai di H IV b)      Dagu terdapat disebelah depan Jika syarat-syarat ini tidak terpenuhi lebih baik dilakukan SC                           Mekanisme persalinan       Pada permulaan defleksi ringan saja, tetapi dengan turunnya kepala defleksi bertambah, hingga dagu menjadi bagian yang terendah. Ini disebabkan jarena jarak dari foramen magnum ke belakang kepala lebih besar dari jarak dari foramen magnum ke belakang kepala lebih besar dari jarak dari foramen magnum ke dagu. Distantia submentobregmatika melalui jalan lahir (91/2 cm) . karena dagu merupakan bagian yang terendah dagulah yang paling dulu mengalami rintangan dari otot-otot dasar panggul,hingga mutar ke depan kea rah symphyse. Putaran paksi ini baru terjadi pada dasar panggul. Dalam vulva terdahulu nampak mulut. Kepala lahir dengan gerakan fleksi dan tulang lidah menjadi hypomochlion, berturut-turut lahirlah hidung,mata,dahi,ubun-ubun besar dan akhirnya tualang belakang kepala. Vulva diregang oleh diameter submento-occipitalis (11 ½ cm). caput succedaneum terbentuk di daerah mulut hingga muka anak muncung.

PRESENTASI PUNCAK KEPALA

 

Pengertian Pada persalinan normal, saat melewati jalan lahir kepala janin dalam keadaan flexi dalam keadaan tertentu flexi tidak terjadi, sehingga kepala deflexi. Presentasi puncak kepala disebut juga preesentasi sinput terjadi bila derajat deflexinya ringan, sehingga ubun-ubun besar merupakan bagian terendah. Pada presentasi puncak kepala lingkar kepala yang melalui jalan lahir adalah sikumfrensia fronto oxipito dengan titik perputaran yang berada di bawah simfisis adalah glabella.                 Etiologi : 1. Kelainan panggul 2. Kepala berbentuk bulat 3. Anak kecil/mati 4. Kerusakan dasar panggul   Penanganan

  • Usahakan lahir pervaginam karena kira-kira 75 % bisa lahir spontan
  • Bila ada indikasi ditolong dengan vakum/forsep biasanya anak yang lahir di dapati caput daerah UUB

Komplikasi Ibu: Robekan jalan lahir yang lebih luas Anak: Karena partus lama dan molase hebat sehingga mortalitas anak agak tinggi.

 

3 Responses to “KELAINAN PERSENTASI DAN POSISI”

  1. dewipadma Says:

    […] PATOLOGII KEBIDANAN Blog at WordPress.com. Theme by Onswipe. View Standard Site ← KELAINAN PERSENTASI DAN POSISI View Standard Site // _qoptions={qacct:'p-18-mFEk4J448M',labels:'language.en,type.wpcom'}; /* */ /* */ Follow […]

  2. rebeccaputri Says:

    padma gmn cramu ngisiin music thu??

    • kmu buka pny q trs yng judul musik na tu di klik trs kmu lngsung dah masuk ke link laguna ,trs kmu pilih da disana lguna…
      trs lguna tu tar masuk di post dy,,,,
      kalo mw mindahin, km tgal copy html na, trs di bw ke widget “teks” trs di copy htmlna dsnaa….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s