dewipadma

Just another WordPress.com site

MIOMA UTERI 13 September 2011

Filed under: MAKALAH — Theywiq padma @ 1:13 PM
Tags:

MIOMA UTERI


A.  KONSEP DASAR PENYAKIT

  1. 1.        Pengertian

v    Mioma uteri adalah suatu tumor jinak pada rahim yang berasal dari otot rahim. Biasa disebut mioma atau myom atau tumor otot rahim. Tumor  ini letaknya pada alat reproduksi wanita.Salam kepustakaan, juga dikenal dengan istilah fibromioma uteri, leiomioma uteri, uterine fibroids. ( Bobak,2004)

v   Mioma Uteri adalah neopalsma jinak yang berasal dari otot uterus dan jaringan ikat yang menumpangnya.(Pangemanan,2008: 892)

 

 

 

ASKEB MIOMA KLIK DISINI 

  1. 2.                   Epidemiologi

Jumlah penderita belum diketahui secara akurat karena banyak yang tidak merasakan keluhan sehingga tidak segera memeriksakan ke dokter, namun diperkirakan sekitar 20-30% terjadi pada wanita berusia di atas 35 tahun. Diperkirakan insiden mioma uteri sekitar 20-30% dariseluruh wanita. Di Indonesia mioma uteri ditemukan pada 2,39-11,7% pada semua penderita ginekologi yang dirawat. Tumor ini paling sering ditemukan pada wanita umur 35-45 tahun (kurang lebih 25%) dan jarang pada wanita 20 tahun dan wanita post menopause. Wanita yang sering melahirkan akan lebih sedikit kemungkinan untuk berkembangnya mioma ini dibandingkan dengan wanita yang tak pernah hamil atau hanya 1 kali hamil. Statistik menunjukkan 60% mioma uteri berkembang pada wanita yang tak pernah hamil atau hanya 1 kali hamil.

  1. 3.        Etiologi

Asal mulanya penyakit mioma uteri berasal dari otot polos rahim. Beberapa teori menyebutkan pertumbuhan tumor ini disebabkan rangsanga hormone estrogen. Pada jaringan moima jumlah reseptor estrogen lebih tinggi dibandingkan jaringan otot kandungan (miomertium) sekitarnya sehingga mioma uteri ini sering kali tumbuh lebih cepat pada kehamilan (membesar pada usia reproduksi) dan biasanya berkurang ukurannya sesudah menopause (mengecil pada pascamenopouse). Seringkali tumir jinak rahim ke arah rongga ini membesar dan bertumbuh keluar dari mulut rahim. Tumor yang ada dalam rahim dapat tumbuh lebih dari satu, teraba seperti kenyal, bentuknya bulat dan berbenjol-benjol sesuai ukuran tumor. Beratnya bervariasi, mulai dari beberapa gram saja, namun bisa juga mencapai 5 kilogram atau lebih. Walaupun myoma uteri ditemukan terjadi tanpa penyebab yang pasti, namun dari hasil penelitian Miller dan Lipschultz dikatakan bahwa myoma uteri terjadi tergantung pada sel-sel otot imatur yang terdapat pada “Cell Nest” yang selanjutnya dapat dirangsang terus menerus oleh hormon estrogen.(Pangemanan,2008:891).

 

  1. 4.        Lokasi Pertumbuhan Mioma Uteri
  2. Mioma intramural ;
  • Mioma terdapat di dinding uterus diantara serabut miometrium. Kalau besar atau multiple dapat menyebabkan pembesaran uterus dan berbenjol-benjol. (Sastrawan, 1988).
  • Padat (jaringan ikat dominan), Lunak (jaringan otot rahim dominan)
  1. 2.         Mioma submukosa ;
  • Berada di bawah endometrium dan menonjol kedalam rongga uterus.paling sering menyebabkan perdarahan yang banyak, sehingga memerlukan histerektomi walaupun ukurannya kecil. Adanya mioma submukosa dapat dirasakan sebagai suatu “curet Bump” (benjolan waktu kuret). Kemungkinan terjadinya degenerasi sarkoma juga lebih besar pada jenis ini.sering mempunyai tangkai yang panjang sehingga menonjol melalui vagina, disebutsebagai mioma submukosa bertungkai yang dapat menimbulkan “Myomgeburt” sering mengalami nekrose atau ulserasi (Pangemanan,2008:892).
  • Mioma yang tumbuh ke arah kavum uteri dan menonjol dalam kavum itu.
  • Memperluas permukaan ruangan rahim
  • Bertangkai dan dapat dikeluarkan melalui kanalis servikalis (Manuaba, 1998).
  1. Mioma subserosa
  • Letaknya di bawah tunika serosa, kadang-kadang vena yang ada dipermukaan pecah dan menyebabkan perdarahan intra abdominal. Dapat tumbuh diantara kedua lapisan ligamentum latum menjadi Mioma Intra Ligamenter. Dapat tumbuh menempel pada jaringan lain, misalnya ke ligametrium atau omentum dan kemudian membebaskan diri dari uterus, sehingga disebut Wedering/Parasitik Fibroid. Mioma subserosa yang bertangkai dapat menimbulkan torsi (Saifuddin, 1999).
  • Mioma yang tumbuh ke arah luar dan menonjol pada permukaan uterus.
  • Di bawah lapisan perineum
  • Dapat bertangkai dan melayang dalam kavum (ruangan) abdomen(Pangemanan,2008:892).

 

 

 

 

 

 

 

 

 Gambar 2 : Klasifikasi dari mioma uteri

 

 

 

  1. 5.        Perubahan Sekunder Mioma
  2. 1.         Atrofi

Setelah menopause ataupun sesudah mioma uteri menjadi kecil

  1. 2.         Degenerasi Hialin

Sering terjadi pada penderita usia lanjut. Tumor kehilangan struktur aslinya menjadi homogen. Dapat meliputi sebagian besar atau hanya sebagian kecil daripadanya seolah-olah memisahkan satu kelompok serabut otot dari kelompok lainnya . Jaringan ikat bertambah berwarna putih keras disebut juga sebagian mioma uteri.

  1. 3.         Degenerasi Kistik

Dapat meliputi daerah kecil maupun luas, dimana sebagian mioma menjadi cair, sehinga terbentuk ruangan-ruangan yang tidak teratur berisi seperti agar-agar, dapat juga terjadi pembengkakan yang luas dan bendungan lime sehingga memyerupai limfangioma. Dengan konsistensi yang lunak ini tumor sukar dibedakan dari kista ovarium atau suatu kehamilan.

  1. 4.         Degenerasi Membaku (Cakireus Degeneration)

Terutama terjadi pada wanita berusia lanjut. Oleh karena adanya gangguan dalam sirkulasi. Dengan adanya pengendapan garam kapur pada sarang mioma maka mioma menjadi keras dan memberika bayangan pada foto rontgen. Terdapat timbunan kalsium pada mioma uteri padat dank eras berwarna putih.

  1. 5.         Degenerasi Merah (Caineus Degeneration)

Biasanya terjadi pada kehamilan dan nifas. Pathogenesis : diperkirakan karena suatu nekrosis sub akut sebagai gangguan faskularisasi. Pada pembalahan dapat dilihat sarang mioma seperti daging mentah berwarna merah disebabkan oleh pigmen hemosiserin dan hemofifusi. Degenasi merah Nampak khas apabila terjadi kehamilan muda disertai emesis, haus, sedikit demam, kesakitan tumor pada uterus membesar dan nyeri pada perabaan.

  1. 6.         Degenerasi Lemak

Jarang terjadi, merupakan kelanjutan degenerasi Hialin. Pada kasus-kasus lain mingkin disebabkan karena tumornya merupakan variasi campuran.

  1. 7.         Degenerasi Sarcomateus

Jarang terjadi.

  1. 8.         Infeksi dan Sappurasi

Banyak terjadi pada jenis submukosa oleh karena adanya ulserasi.

  1. Terjadi kekurangan darah menimbulkan:
  • Nekrosis
  • Pembebtuka thrombus
  • \bendungan darah dalam mioma
  • Warna merah hemosiderin/hemofuksin

(Manuaba, 2001).

  1. 6.        Patofisiologi (WOC terlampir)

          Mioma memiliki reseptor estrogen yang lebih banyak dibanding miometrium normal. Teori cell nest atau teori genitoblat membuktikan dengan pemberian estrogen ternyata menimbulkan tumor fibromatosa yang berasal dari sel imatur. Mioma uteri terdiri dari otot polos dan jaringan yang tersusun seperti konde diliputi pseudokapsul. Mioma uteri lebih sering ditemukan pada nulipara, faktor keturunan juga berperan. Perubahan sekunder pada mioma uteri sebagian besar bersifaf degeneratif karena berkurangnya aliran darah ke mioma uteri. Menurut letaknya, mioma terdiri dari mioma submukosum, intramular dan subserosum.

  1. 7.        Manifestasi Klinik

Faktor yang menimbulkan gejala klinik

  1. Besarnya mioma uteri
  2. Lokasi mioma uteri
  3. Perubahan pada mioma uteri (Manuaba, 2001).

a)      Perdarahan Abnormal;

  • Hipermenore
  • Menorargia
  • Metrorargia
  • Menometroargia

Yang sering menyebabkan pendarahan adalah jenis submukosa sebagai akibat pecahnya pembuluh darah. Perdarahan oleh mioma dapat menimbulkan anemia yang berat.

  • Beberapa faktor yang menjadi penyebab perdarahan antara lain:
  1. Pengaruh ovarium sehingga terjadilah heperplasia endometrium sampai adenokarsinoma endometrium
  2. Permukaan endometrium yang lebih luas dari biasa.
  3. Miometrium tidak dapat berkontraksi optimal karena adanya sarang mioma diantara serabut miomertrium, sehingga tidak dapat menjepit pembuluh darah yang dilaluinya dengan baik (Sifuddin, 1999).

b)      Nyeri, terasa di dalam rahim

Timbul karena gangguan sirkulasi darah pada sarang mioma yang diserta nekrosis setempat dan peradangan.

  1. Torsi bertungkai
  2. Infeksi pada mioma

c)      Gejala dan tanda penekanan oleh karena mioma yang membesar.

Gejala ini tergantung dari besar dan tempat mioma uteri:

  1. Pada uretra menyebabkan retenti urin
  2. Pada pembuluh darah dan limfe dipinggul dapat menyebabkan edema tungkai dan nyeri panggul.

d)      Infertilitas dan abortus

Infertilitas dapat terjadi apabila sarang mioma menutup atau menekan pars interstitialis submukosum juga memudahkan terjadinya abortus oleh karena distorsi rongga uterus.

Pemeriksaan fisik

  • Inspeksi : tampak perdarahan yang berlebihan, penurunan volume urin, penurunan frekuensi BAB

Palpasi : teraba benjolan padat pada abdomen bagian bawah dengan pergerakan terbatas atau bebas

 

  1. 8.        Pemeriksaan diagnostik

a)         Pemeriksaan darah lengkap : Hb:turun, albumin:turun, Leukosit: turun/meningkat, eritrosit:turun.

b)        USG : terlihat massa pada daerah uterus

c)         Vaginal Toucher : didapatka perdarahan pervaginam, teraba massa, konsistensi dan ukurannya.

d)        Sitologi : menentuka tingkat keganasan dari sel-sel neoplasma tersebut.

e)         Rontgen : untuk mengetahui kelainan yang mungkin ada yang dapat menghambat tindakan operasi.

Gambar 3 : Hasil gambaran USG dari mioma uteri

  1. 9.        Penatalaksanaan

Pada prinsipnya ada 3 cara mengatasi mioma uteri, yaitu mengangkat sel mioma, memghancurkan sel mioma, atau mengangkat rahim. Banyak  orang berpendapat operasi merupakan jalan terbaik. Sebenarnya ada sejumlah pilihan terapi selain operasi.

  1. a.         Pengobatan operatif;
    1. 1.         Miomektomi (Enukliasi Mioma)

Adalah pengambilan sarang mioma saja tanpa pengangkatan uterus.

  1. 2.         Histerektomi
  2. Tindakan histerektomi total tersebut dikenal dengan nama Totan Abdominal Histerektomy and Bilateral Salphingo Oophorectomy (TAH – BSO). TAH – BSO adalah suatu tindakan pembedahan untuk mengangkat uterus, serviks, kedua tuba falopii dan ovarium dengan melakukan insisi pada dinding, perut pada malignan neoplasmatic desease, leymyoma dan chronic endometriosis.
  3. Keadaan khusus tidak operasi/menjelang menopause :
  4. 5.         Radiasi
  5. 6.         Pasangan radium
  6. Hormonal anti estrogen/Tapro 5

(Saifuddin, 1999).

  1. b.         Tindakan konservatif
    1. Terapi obat
    2. Penggunaan hormone bertujuan untuk mengurangi atau menghentikan pertumbuhan mioma.
    3. Miolisis
    4. Mengalirkan gelombang elektromagnetik untuk menghancurkan mioma dan jaringan pembuluh yang mendukung mioma.
    5. Uterine Artery Embolization (UAE) atau embolisasi arteri uterus
    6. Disebut sebagai cara terbaru dalam mengatasi mioma. Cara kerjanya, member suntikan untuk menghentikan suplai makanan ke jaringan mioma agar mengecil. Caranya dengan menyumbat pembuluh darah dengan menggunakan selang kateter. Efek sampingnya bisa berupa demam atau rasa sakit beberapa jam setelah terapi.
    7. MRI ultrasound ablation
    8. Penghancuran mioma dengan gelomabang suara panas hingga memusnahkan pula jaringan mioma di sekitarnya.
    9. Ablasi endometri
    10. Penghancuran mioma oleh laser, gelomabang elektro, ataupun balon yang dimasukkan ke dalam rahim.

Catatan :

Tidak ada cara terbaik untuk mengatasi mioma uteri. Setiap jenis terapi memiliki keuntungan dan kerugian. Factor – factor yang mempengaruhi jenis pengobatan antara lain :

  • Gejala yang dialami oleh penderita.
  • Berat atau ringan gejala yang dialami.
  • Apakah penderita berencana untuk memiliki keturunan.
  • Factor usia penderita. Seberapa dekat penderita dengan masa menopause.
  • Rasa percaya penderita terhadap jenis terapi yang dipilih.

Bisa diperkecil dengan mengurangi konsumsi daging merah dan memperbanyak asupan kedelai.

  1. 10.    Komplikasi
    1. a.                     Pertumbuhan leimiosarkoma

Mioma dicurigai sebagai sarcoma bila selama beberapa tahun tidak membesar, sekonyong – konyong menjadi besar apabila hal itu terjadi sesudah menopause.

  1. b.                     Torsi (putaran tungkai)

Ada kalanya tungkai pada mioma uteri subserosum mengalami putaran. Kalau proses ini terjadi mendadak, tumor akan mengalami gangguan sirkulasi akut dengan nekrosis jaringan dan akan tampak gambaran klinik dari abdomen akut.

  1. c.                      Nekrosis dan Infeksi

 

Pada myoma subserosum yang menjadi polip, ujung tumor, kadang – kadang dapat melalui kanalis servikalis dan dilahirkan dari vagina, dalam hal ini kemungkinan gangguan situasi dengan akibat nekrosis dan infeksi sekunder.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s